Kapolres Natuna Pimpin Press Reales Ott Pungli Oleh Kepala Desa Tanjung

1548

Natuna -Brig Bagops Polres Natuna Bripda Cristian E. Sihombing menerangkan tentang kegiatan Polres Natuna melakukan Press Reales  tindak Pidana OTT Pungli yang di sedang di sidik oleh Sat Reskrim Polres Natuna yang terjadi di Tanjung Kec Bunguran Timur Laut.,sebagai berikut :

Kegiatan Pungutan Liar yang dilakukan oleh Tersangka Musmulyadi (40) terkait tentang dana pengurusan Surat surat tanah di desa Tanjung terhenti setelah Musmulyadi  di tangkap oleh oleh tim Saber Pungli Polres Natuna pada saat operasi Tangkap tangan setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa akan ada transaksi uang tentnga kepengurusan Surat surat tanah di desa Tanjung Kec.Bunguran timur Kab.Natuna pada hari sabtu lalu,(09/09/2017).14.00 wib.

Kapolres Natuna AKBP Charles P.Sinaga S.I.K, M.H yang di dampingi oleh Kasat Reskrim Polres Natuna AKP M.Komarrudin dan Kabagops Polres Natuna Kompol Renan melalui press realesya di Lobi Polres Natuna Jumat,(15/9/2017), mengatakan ditangkapnya Musmulyadi ini berdasarkan Laporan polisi  LP-A/103/IX/2017 Reskrim pada tanggla 09 September 2017 di sebuah warung yang terletak di Pantai Tanjung desa Tanjung Kab.Natuna.

“Dimana tersangka ini merupakan salah satu pejabat organisasi di pemerintahan yang menjabat sebagai kepala desa Tanjung Kec.Bunguran Timur Laut Kab.Natuna” Papar AKBP Charles P.Sinaga

Tersangka Musmulyadi ini melakukan Pungutan Liar (Pungli) Kepada salah satu Warga Desa Tanjung sebesar 500 rbu rupiah yang dimana uang tersebut merupakan biaya untuk  kepengurusan surat tanah, dan  biaya kepengurusan surat tanah tersebut ditentukan oleh kepala desa sebesar 10% dari harga pembelian tanah kebijakan pungutan tidak jelas dasar hukum itu membuat tim saber pungli polres natuna melakukan penyelidikan

Adapun biaya pada saat kepengurusan surat tanah 10% tersebut 2 juta rupiah   ,dibayarkan si pembeli sebesar 1,5 juta rupiah pada saat ssusrat sudah diterbitkan,namun sisanya dibayarkan pada saat pembeli sudah mempunyai uang, sehingga akhirnya sisa uang dari kepengurusan tanah tersebut dibayarkan sebanyak 500 rbu rupiah pada hari sabtu tanggal 09 september 2017 pukul 14.00 wib di sebuah warung di pantai tanjung desa tanjung.

“Dari tangan tersangka berhasil kita amankan uang Tunai sebesar Rp.500.000 (10 lembar uang pecahan 50.000),surat edaran dan surat tentang pengangkatan dan pemberhentian kepala desa dari bupati natuna, 1 rangkap buku register buku buku surat tanah tahun 2016,kwitansi pembelian tanah di tanjung dengan luas ± 20.000 m² an.ZAHARBIAH,serta dokumen lainnya yang dijadikan untuk barang bukti“ ucap kapolre Natuna Charles P.Sinaga

“ dan ada 8 saksi yang sudah kita periksa,dan ini sudah kita tingkatkan menjadi penyidikan,bukan penyelidikan lagi,dan kita akan lakukan pemeriksaan secara profesional mungkin” lanjut Kapolres

Tersangka Musmulyadi ini akan dikenakan pasal  11 jo Pasal 12 Huruf (e) Undang undang RI Nomor 20 Tahun 2011 tentang perubahan atas undang undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi.

“Ancaman pidananya di atas 5 tahun dan denda maksimal 1 miliar rupiah” pungkas Charles.

SHARE